Jakarta
Polri terus melanjutkan pengusutan kasus penembakan pencuri sarang walet di Bengkulu pada 2004 dengan menjerat penyidik KPK Novel Baswedan sebagai tersangka. Ternyata tak hanya Novel yang jadi tersangka, seorang perwira menengah juga memperoleh status serupa.

“Sudah (menjadi tersangka). Dalam proses pemeriksaan saksi, mereka sudah menjadi bagian yang dipersangkakan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Brigjen (Pol) Boy Rafli Amar di Jakarta, Minggu (15/10/2012).

Polri, lanjut Boy, sedang mengerjakan evaluasi untuk dapat mengerjakan pemeriksaan terhadap penyidik KPK tersebut. Ia memaparkan, Polri telah mengantongi beberapa keterangan saksi dan barang bukti yang dapat dijadikan dasar menjerat penyidik KPK dan Perwira Polisi itu sebagai tersangka.

“Berdasarkan keterangan saksi, seorang penyidik KPK tersebut bertindak sebagai pelaksana (penembakan pencuri sarang walet),” jelas Boy.

Selain penyidik KPK itu, Polri juga menetapkan perwira menengah yang saat ini tengah bertugas di salah satu Polda sebagai tersangka. Berdasarkan informasi yang didapatkan, penyidik KPK yang dijadikan tersangka itu berinisial YS.

Pengusutan kasus penembakan pencuri sarang burung walet di Bengkulu yang disebut polisi melibatkan penyidik KPK Kompol Novel Baswedan menuai kontroversi. Kepolisian Bengkulu mendatangi Gedung KPK untuk menangkap Novel persis usai pemeriksaan Irjen (Pol) Djoko Susilo yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM.

KPK menganggap pengusutan kasus Novel merupakan kriminalisasi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun berpendapat, penanganan kasus Novel tidak tepat dari sisi waktu maupun caranya.

(fjp/bal)

Sumber : detik.com