Korupsi KIR, Sekda Magetan dijeblokan ke penjara - Berkas dinyatakan P21 - Sekda Kabupateb Magetan, Abdul Azis

Sekda Kabupateb Magetan, Abdul Azis(Foto: Istimewa)

LENSAINDONESIA.COM: Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan menjebloskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan Abdul Aziz, ke penjara rumah tahanan negara (rutan) setempat, Kamis (13/06/2013).

Abdul Azin ditahan karena terlibat korupsi pembangunan Kawasan Industri Rokok (KIR) di Kecamatan Bendo.

Baca juga: Dua Tersangka Kasus KIR Bendo Versi Polres Ditahanan dan Kasi Datun Kejari Magetan Sebut Keterangan Saksi Ahli Kasus KIR Menyesatkan

Sekda yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut sebelum dibawa ke rutan lebih dulu menjalani pemeriksaan secara tertutup di kantor kejaksaan setempat. Selain itu, ia juga diperiksa kesehatannya di Puskesmas Magetan, di Kelurahan Candirejo. Dalam jangka waktu diperiksa, Aziz ditemani oleh penasihat hukumnya, Indra Priangkasa.

“Pak Sekda kami tahan karena kasusnya telah lengkap atau P-21,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Magetan, Iwan Winarso.

Menurut dia, setelah tahap awal lengkap, kejaksaan setempat akan segera melanjutkan tahapan berikutnya ke tahap dua yaitu melimpahkan perkaranya ke Pengadilan Negeri Magetan.

“Kami bersyukur, dalam jangka waktu ini Pak Sekda sangat kooperatif dan ia bersedia menandatangani berita acara penahanannya,” kata Iwan kepada wartawan.

Lebih lanjut Iwan menjelaskan, untuk tahap nomer satu yakni penuntutan, Abdul Aziz akan ditahan dalam jangka waktu 20 hari. Setelah itu, memasuki masa perpanjangan dengan lama penahanan sampai dengan 30 hari.

Seperti diketahui, Sekretaris Daerah Magetan Abdul Aziz resmi ditetapkan sebagai tersangka (TSK) kasus pembangunan proyek KIR di Kecamatan Bendo, Magetan, yang menelan anggaran dari kompensasi tembakau cukai (DBHCT) tahun 2010 senilai total Rp2,2 miliar. Penetapan tersangka tersebut dilakukan oleh kejaksaan setempat sejak 8 Mei 2013.

Sebelumnya, dalam kasus tersebut Camat Bendo Wiji Suharto dan adiknya Yudi Hartono, PNS di Pemkab Ponorogo, disidik Polres Magetan dan perkaranya sudah disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Kejari setempat juga telah memeriksa empat pejabat lain di Pemkab Magetan yang juga anggota tim sembilan dari proyek tersebut. Keempat pejabat itu adalah bekas Asisten I Bidang Pemerintahan Soewadji, Staf Ahli bidang ekonomi dan bekas Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan Venly Tomy Nocolas, Kepala Bagian Pemerintahan Desa (Kabag Pemdes) Eko Wuryanto, serta Kepala Seksi Industri Logam dan Pangan Disperidag Awan Arifaini Rusdi.

Dalam kasus tersebut, keempat pejabat Pemkab Magetan itu sempat diberikan status tersangka dan dipenjara di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II Magetan dalam jangka waktu 40 hari.
Keempatnya kemudian bebas setelah hakim Pengadilan Negeri (PN) Magetan memenangkan pra-peradilan keempatnya di PN setempat.

Pemeriksaan kasus tersebut kembali berlanjut setelah Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur mengabulkan upaya perlawanan hukum atau verzet Kejaksaan Negeri Magetan atas putusan pra-peradilan Pengadilan Negeri Magetan yang membebaskan keempat pejabat tersebut.@arso

Berita Terkait:

Sumber : lensaindonesia.com